Langsung ke konten utama

Antara rasa cinta dan tanggung jawab ?

Cinta dan tanggung jawab ? mungkin kata tersebut adalah sebuah gambaran realita hidup manusia di dunia, bagaimana sebenarnya cinta dan tanggung jawab itu ? apa yang mendasari manusia memiliki cinta dan tanggung jawab ? dan kenapa harus ada cinta beserta tanggung jawab tersebut ? mari kita bersama-sama memahami makna dari konotasi tersebut.

Cinta ? setiap manusia memiliki bentuk cinta masing-masing ada yang cinta terhadap pasangan nya sampai rela berjuang mengorbankan segalanya baik material maupun moril, ada pun cinta kepada hal lain contoh : cinta terhadap pekerjaaan atau pun situasi yang di hadapi saat ini, itu semua tidak salah dan itu semua bisa saya katakan benar , kenapa benar ? menurut saya setiap manusia mempunyai pandangan dan definisi lain tentang cinta.

Tanggung jawab ? setiap manusia ketika mencintai sebuah hal pasti disitu akan ada apa yang dinamakan tanggung jawab, tanggung jawab menurut saya hadir ketika keyakinan pada hal yang menurut kita cintai itu dan tanggung jawab itu lah yang membuat kita berusaha akan maksimal menyelesaikanya.

Di dalam tulisan singkat ini dan masih banyak kekurangan saya akan membagikan sedikit pengalaman saya dan mungkin pengalaman itu akan ada nilai positif bagi kita semua , semoga, amin.

Cinta dan Tanggung Jawab ? saya sendiri pun pernah mengalami fase dimana "Antara Cinta dan Tanggung Jawab" sedikit bercerita tentang pengalaman saya, ketika saya berada di sebuah organisasi dan saya di tempatkan suatu bidang yang tidak saya inginkan, mungkin apa yang di benak pikiran saya apakah saya akan cocok di bidang tersebut ? apakah saya akan merasakan proses di bidang tersebut ?.

Saya pun pernah berada di fase ke ambiguan kita menghadapi hal tersebut, lalu saya pun berusaha menemukan "Cinta" dalam hal yang saya jalani, pernah muncul suara sumbang yang masuk ke telinga saya "ketika kamu tidak menemukan passion dalam diri kamu dari hal yang kamu lakukan sekarang alangkah lebih baik anda mundur saja", saya pribadi tidak menyalahkan pernyataan tersebut, tetapi saya mempunyai prinsip ketika saya memutuskan untuk mundur sebelum saya mengetahuinya  dan menyelesaikan masalah tersebut itu bukan cara yang baik (bagi saya) untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Bagi saya pribadi, ketika kita di beri sebuah amanah dan dalam proses nya kita menghadapi tekanan dari segala penjuruh arah mata angin yang membuat pondasi kita goyah, mundur bukan cara yang benar dalam hal ini, berpikir positif dan terus maju dan "menyelesaikan permasalahan tersebut" adalah hal yang seharusnya kita lakukan, ketika kita mundur pasti ada beban moral yang akan kita hadapi, baik itu beban moral terhadap teman seperjuangan, beban moral terhadap tuhan, dan beban moral terhadap teman-teman  yang kita "Cinta".

Dalam hal ini tugas dan tanggung jawab saya adalah pertama patuh terhadap apa yang ada di tempat yang saya rasakan, yang kedua tugas dan tanggung jawab saya adalah menjamin bahwa di tempat tersebut sebisa dan semaksimal mungkin harus bisa membuat rasa aman dan nyaman bagi semua orang yang terlibat di dalam tempat tersebut.

Dengan hal itu maka kita berhak menjadi seorang "Pemimpin", seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh baik di luar maupun di dalam, bersikap sesuai dengan apa yang seharusnya, bertindak sesuai dengan permasalahan yang ada, bukan dengan ketakutan atau pun belas kasihan pada diri sendiri.

Pada akhirnya dalam tulisan saya ini, ketika kita menilai bahwa sesuatu yang kita miliki dan kita yakini bukan sesuatu yang berguna maka kita harus memulai bahwa segala sesuatu harus di mulai dengan "Kecintaan" kita, hati kita harus mampu menerima segala sesuatu dengan ikhlas dan lapang dada, ketika "Kecintaan" itu ada dalam diri kita, maka kita akan dapat menjalankan hal itu dengan "Tanggung Jawab".

Di akhir tulisan saya, setiap orang berhak memiliki pemahaman dan pendapat masing (saya sangat menghargai itu), dan apa yang saya  jabarkan adalah murni melalui pemikiran dan pemahaman saya tentang filosofi pemimpin, apakah anda setuju ? silahkan anda menyimpulkan sendiri.


Karena

"Cinta memang mengalahkan segalanya, akan tetapi dalam berbagai kesempatan rasa cinta akan membuka jalan kepada sebuah tanggung jawab.... "



Tetap Semanggat dan Sukses Selalu  ...


Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalan Mudik 2013 ... :) ^_^

Assalamualaikum wr.wb Hari ini saya akan menceritakan perjalan mudik saya : Hari kamis tgl 01 agustus 2013 , hari dimana saya bersama keluarga akan menjalankan ritual menjelang hari raya lebaran yaitu mudik . kami sekeluarga (terdiri dari keluarga saya 4 org,dan sodara 5 org) berangkat menuju kampung halaman tercinta yaitu kota wates . tetapi sebelum hari keberangkatan kami sudah memesan tiket Kereta Api yah kami sih sudah memesannya sekitar 2 bulan lalu .. :) dan itu pun dapetnya bukan tujuan Jogja/Wates tapi Kutoarjo.( karena tiket ka tujuan Jogja sudah abis wkwkwkwkwkw :D) tapi tidak apa lah karena Kutoarjo deket ama wates wkwkwkw :D kami berangkat menuju Stasiun Pasar Senen (tempat kami akan menunggu kereta kami ...:P) abis sahur yah jam 5 pagi ,, tiba di sana jam 6.30 pagi ,kami pun langsung menuju tempat masuk dan bpk saya menunjukan tiket dan ktp kepada seorang petugas (yang bertugas mengatur penumpang msuk Stasiun ,, supaya ketauan mana yang beli dari calo wkwkwkwk...

MIsteri Hilangnnya Pesawat Malaysia Airlines !!

Pesawat Malaysia Airlines Pesawat  Malaysia Airlines Boeing 777-200 dengan kode MH370 meninggalkan bandara internasional Sepang, di luar kota Kuala Lumpur dengan Rute Penerbangan Kuala Lumpu-Bejing, pada jam 00:41 malam, di hari Sabtu, 8 Maret 2014. Dalam pesawat ada 227 penumpang bertiket dan 12 awak pesawat. Lima di antara mereka balita. Di bangku penumpang ada pelukis dan kaligrafi ternama dan tenaga ahli perusahaan semikonduktor Amerika.  Penumpang lebih dari 12 kewarganegaraan. Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, Amerika, Eropa, Malaysia, dan lainnya. Tercatat 154 penumpang berasal dari Tiongkok dan Taiwan dan 38 Malaysia. Ada tiga berkewarganegaraan Amerika. Ada lima penumpang batal berangkat. Koper dan bagasi mereka telah diturunkan sebelum pesawat tinggal landas.  Pesawat akan menempuh 3.700 kilometer. Cuaca tenang dan cerah. Tidak ada tanda-tanda badai atau cuaca buruk. Jika tak ada aral melintang, pesawat akan tiba di Beijing pada Sabtu pagi,...

Tragedi Maracanazo

Gol Aldides yang membungkam publik Brazil. Setiap kemenangan mengenakan kostum kuning tim nasional, Brasil tidak pernah bisa melepaskan bayang-bayang masa lalu bila berhadapan dengan Uruguay. Bagi Brasil, kenangan pahit 63 tahun lalu yang sampai sekarang masih sulit dilupakan. Pada Piala Dunia 1950, tuan rumah Brasil bertekad untuk memanfaatkan momen tersebut bagi kebangkitan sepak bola mereka di stadion super megah Maracana. Stadion berkapasitas 200.000 penonton dan merupakan yang terbesar di dunia itu justru menjadi saksi bisa kekalahan menyakitkan tuan rumah Brasil yang dikenal dengan sebutan `Maracanazo` (Tragedi Maracana). Dimotori pemain bintang Zizinho, Brasil hanya butuh hasil imbang untuk menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Maracana yang baru dibangun. Pada 16 Juli, yaitu hari pertandingan, surat kabar O Mundo dengan penuh keyakinan secara mencolok memilih judul di halaman depan "INILAH JUARA DUNIA!", ...